Hitam (Sebuah Puisi)


Kain hitam menutupi mataku
Memudarkan bayangan senja dalam kalbu
Menenggelamkan intuisi berselimut sendu
Dan mematikan hamparan pasir berliku

Suara itu menghiasi kain hitam di mataku
Bukankah fatamorgana itu ilusi waktu?
Seperti lantunan Walker yang menguburku
Mematahkan rangkaian prosa berdebu

Jiwaku tertawa pelan dan bergumam parau
Merencanakan banyak imajinasi kelabu
Meskipun kegelapan mulai mendekatiku
Aku hanya harus bertahan tanpa meragu



Malang, 29 Agustus 2020
Vetrin Rukmanansa

Dapatkan Update Artikel Bermanfaat Setiap Hari

Belum ada Komentar untuk "Hitam (Sebuah Puisi)"

Posting Komentar

Notes:
Centang "Notify Me/Beri Tahu Saya" agar mendapatkan notifikasi balasan komentar admin melalui Email.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel